selamat datang di blog saya.............

Selamat datang di Blog tonny mdr....

WELCOME AT MY BLOG

SEMOGA BERMANFAAT

Kamis, 15 Maret 2012

isu dan permasalahan peserta didik


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Remaja seringkali dianggap sebagai kelompok yang “aneh”, karena dalam kehidupannya kelompok ini sering menganut nilai-nilai yang berbeda atau bertentangan dengan kaidah-kaidah dan nilai yang dianut oleh orang dewasa terutama orang tuanya.  Dilihat dari usia dan perkembangannya, nampak bahwa kelompok ini tergolong pada kelompok “tradisional” (masa peralihan) dalam pengertian remaja merupakan decade yang bersifat sementara yaitu rentang waktu antara usia anak-anak dengan usia dewasa, sehingga bisa dipahami bahwa pada setiap periode transisi selalu ada gejolak yang menyertai perubahan.  Dan masa transisi ini pulalah yang mengakibatkan remaja setelah mengalami gejolak dalam mencari identitasnya, meskipun gejolak pada setiap remaja memiliki kuantitas dan kualitas yang berbeda.
Perkembangan kepribadian seseorang termasuk remaja merupakan hasil hubungan secara terus menerus antara pribadi dengan lingkungannya, lingkungan sosial bagi kelompok remaja merupakan sumber inspirasi yang dapat memberikan kekuatan dan kekuatan fisik maupun kesehatan mental yang dapat merupakan upaya mencegah timbulnya gangguan perkembangan kepribadian.  Sebaliknya lingkungan sosial yang tidak sehat, dapat pula menimbulkan gangguan dalam kesejahteraan mentalnya.  Pendidik diharapkan dapat mengatasi berbagai kesulitan remaja sehingga perkembangan kepribadiannya dapat berlangsung dengan baik.
Memperhatikan permasalahan yang mungkin timbul dalam kehidupan masa remaja, pendekatan dan pemecahannya dari pendidikan merupakan salah satu jalan yang paling strategis, karena bagi sebagian besar remaja bersekolah dengan para pendidik, khususnya para gurulah, mereka itu paling banyak mempunyai kesempatan berkomunikasi dan bergaul.


B.     RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang dapat diambil dari pemaparan makalah ini yaitu:
  1. Siapakah remaja itu?
  2. Apa saja permasalahan yang timbul pada masa remaja?
  3. Apa saja bentuk penyimpangan remaja?
  4. Bagaimanakah implikasinya bagi pendidikan?

C.    TUJUAN PENULISAN
Dengan disusunnya makalah ini, penulis dapat menyimpulkan tujuan dari tulisan ini, diantaranya :
1.      Mengetahui karakteristik remaja
2.      Mengetahui berbagai permasalahan yang timbul pada masa remaja.
3.      Mengetahui bentuk penyimpangan remaja.
4.      Mengetahui implikasi isu dan permasalahan remaja tersebut dalam pendidikan.

D.    MANFAAT PENULISAN
Dari tujuan yang diharapkan penulis dalam makalah ini, dapat ditarik beberapa manfaat baik untuk pembaca maupun penulis sendiri, yaitu :
  1. Bagi Pembaca
Jika penulisan makalah ini dirasakan dapat menambah pengetahuan tentang isu dan permasalahan remaja serta implikasinya terhadap pendidikan, diharapkan pembaca dapat  lebih memahami isi dari makalah ini.  
  1. Bagi Penulis
     Penulisan karya tulis ini mejadi suatu pembelajaran, sebagai pengetahuan kami untuk lebih mengetahui berbagai isu dan permasalahan remaja.




ISU DAN PERMASALAHAN PESERTA DIDIK SERTA IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ( REMAJA )
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Remaja
Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). masa masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.
Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. (Zakiah Darajat, 1990)

Menurut World Health Organization (WHO), remaja adalah laki-laki dan perempuan berusia 10-19 tahun, dimana usia 12 tahun merupakan batas usia pubertas pada umumnya yaitu ketika secara biologis sudah mengalami kematangan seksual dan usia 20 tahun adalah usia ketika mereka pada umumnya secara sosial dan pisikologis mampu mandiri.

Jadi dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa remaja adalah masa di mana seseorang yang masih berusua antara 12 tahun sampai dengan 22 tahun di mana pada masa ini Dapat dikatakan bahwa sikap remaja saat ini masih dalam tahap mencari jati diri atau mencari identitas dari dirinya karna masih dalam masa perubahan menuju ke dewasa.

B. Karakteristik remajaPermasalahan yang Timbul Pada Masa Remaja
Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:
  1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
  2. Ketidakstabilan emosi.
  3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
  4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
  5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
  6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
  7. Senang bereksperimentasi.
  8. Senang bereksplorasi.
  9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
  10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
(Fagan, 2006) Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja.
Sarwono (1994) faktor yang mempengaruhi perilaku remaja dibagi menjadi dua yaitu :
a.   Faktor pribadi, meliputi:
1. Faktor bakat yang mempengaruhi temperamen (menjadi pemarah)
2. Cacat tubuh
3. Ketidakmampuan menyesuaikan diri.
b.   Faktor lingkungan, meliputi:
1. Malnutrisi (Kekurangan gizi)
2. Kemiskinan di kota-kota besar
3. Gangguan lingkungan ( polusi, bencana alam, kecelakaan lalulintas )
4. Migrasi ( urbanisasi, pengungsi karena perang )
5. Faktor sekolah ( kesalahan pendidikan, faktor kurikulum )
6. Keluarga yang tercerai berai ( perceraian, perpisahan yang terlalu lama )
7. Gangguan dalam pengasuhan oleh keluarga ( kematian orangtua, orangtua
sakit, atau orangtua yang tidak harmonis )

C. Bentuk-bentuk Perilaku Menyimpang Remaja
Gunarsa ( 1986 ) prilaku menyimpang terbagi menjadi 2 jenis yaitu: 
1. Penyimpangan bersifat amoral dan asosial yang tidak diatur dalam Undang-undang (tidak termasuk pelanggaran hukum),misalnya: membolos, kabur dari rumah, pakaian Tidak senonoh, dll.
2. Penyimpangan yang bersifat melanggar hukum dengan penyelesaian sesuai dengan undang-undang dan hukum kenakalan ( remaja / delequensi) misalnya: pembunuhan, judi, memperkosa.
 Contoh perilaku menyimpang yang sering terjadi pada remaja :
1. Suka bolos sekolah
2. Tidak suka bergaul
3. Berbohong
4. Suka berkelahi/mengganggu teman
5. Suka merusak fasilitas
6. Sering mencuri barang orang lain
7. Suka mencari perhatian
8. Ugal-ugalan/kebut2an di jalan
D. Faktor penyebab prilaku menyimpang remaja
 ( Moh Suryo 1985) :Secara garis besar factor-faktor penyebab terjadinya tingkah laku menyimpang:

a. Keadaan individu yang bersangkutan
1.Potensi kecerdasan rendah, hingga tidak mampu memenuhi tuntunan akademik sebagaimana diharapkan. Akibatnya ia sering frustasi, mengalami konflik batin dan rendah diri.
2. mempunyai masalah yang tidak terpecahkan
3. Belajar cara penyesuaian diri yang salah
4. Pengaruh lingkungan
5. tidak menemukan figur sebagai contoh sehari-hari

b.  Dari luar individu yang bersangkutan
 Lingkungan Keluarga
1. Suasana kehidupan keluarga yang tidak menimbulkan rasa aman (Keluarga broken home)
2. Kontrol dari orang tua yang rendah,yang menyebabkan
3. berkurangnya disiplin dalam kehidupan keluarga.
4. Orang tua yang bersikap otoriter
5. Tuntutan orang tua terlalu tinggi atau tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki anak.

c.  Lingkungan Sekolah
1. Tuntutan kurikulum yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dibanding kemampuan rata-rata     anak yang bersangkutan
2. Longgarnya disiplin sekolah menyebabkan terjadinya pelanggaran peraturan.
3. Anak-anak sering tidak belajar karena guru sering tidak masuk,
4. Pendekatan yang dilakukan guru tidak sesuai dengan perkembangan remaja
5. Sarana dan prasarana sekolah kurang memadai,akibatnya aktivitas anak jadi terbatas.

e. Lingkungan masyarakat
1. Kurangnya partisisasi aktif dari masyarakat dalam membelajarkan anak atau mencegah pelanggaran tata tertib sekolah.
2. Media cetak dan elektronik yang beredar secara bebas yang sebenarnya belum layak buat remaja, misalnya : gambar porno, video porno dll.
3. Adanya contoh dilingkungan masyarakat yang kurang menguntungkan bagi perkembangan remaja, misalnya main judi, minuman keras, dan pelacuran.

E. Hal-hal yang mempengaruhi perkembangan individu
Menurut Papalia dan Olds ( 1992 : 7-8 ) faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan individu dapat dikategorikan kedalam  faktor internal melawan faktor eksternal, dan pengaruh normatif melawan pengaruh bukan normatif. Faktor internal adalah faktor pembawaan sejak lahir yang disebut heredeti. Faktor heredety ini adalah segala yang di bawa sejak lahir, yang diterima anak dari orang tuanya. Sementar eksternal adalah faktor yang berpengaruh terhadap diri individu yang berasal dari lingkungan ( enviromental influenses ). Faktor lingkungan ini diperoleh individu berdasarkan pengalamannya selama berprilaku dalam lingkungan diluar dirinya

F. Implikasinya bagi Pendidikan
untuk mengurangi kemungkinan tumbuhnya permasalahan yang timbul pada masa remaja, dalam rangka kegiatan pendidikan yang dapat dilakukan para Diantara usaha-usaha pembinaan yang perlu di perhatikan, sekurang-kurangnya pendidik umumnya dan para guru khususnya:
1. Hendaknya seorang guru mengadakan program dan perlakuan layanan khusus bagi siswa remaja pria dan siswa remaja wanita (misalnya dalam pelajaran anatomi, fisiologi dan pendidikan olahraga) yang diberikan pula oleh para guru yang dapat menyelenggarakan penjelasannya dengan penuh dignity. Tujuan dari usaha tersebut adalah untuk memahami dan mengurangi masalah-masalah yang mungkin timbul bertalian dengan perkembangan fisik dan psikomotorik remaja.
2. Memperhitungkan segala aspek selengkap mungkin dengan data atau informasi secermat mungkin yang menyangkut kemampuan dasar intelektual (IQ), bakat khusus (aptitudes), disamping aspirasi atau keinginan orangtuanya dan siswa yang bersangkutan. Terutama pada masa penjurusan atau pemilihan dan penentuan program studi. Upaya tersebut bertujuan untuk memahami dan mengurangi masalah-masalah yang mungkin timbul bertalian dengan perkembangan bahasadan perilaku kognitif.
3. Seharusnya seorang guru bisa mengaktifkan dan mengkaitkan hubungan rumah dengan sekolah (parent teacher association) untuk saling mendekatkan dan menyelaraskan system nilai yang dikembangkan dan cara pendekatan terhadap siswa remaja serta sikap dan tindakan perlakuan layanan yangdiberikan dalam pembinaannya. Tujuannya adalah untuk memahami dan mengurangi masalah-masalah yang mungkin timbul bertalian dengan perkembangan perilaku sosial,moralitas dan kesadaran hidup atau penghayatan keagamaan.
4. Seorang guru atau pendidik untuk memahami dan mengurangi masalah-masalah yang mungkin timbul bertalian dengan perkembangan fungsi-fungsi konatif, afektif dan kepribadiannya



BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Masa remaja merupakan segmen kehidupan yang penting dalam siklus perkembangan individu, dan merupakan masa transisi yang dapat diarahkan kepada perkembangan masa dewasa yang sehat Apabila gagal dalam tugas perkembangannya, dalam mengembangkan rasa identitasnya. Maka remaja akan kehilangan arah. Dampaknya remaja akan mengembangkan perilaku menyimpang , melakukan kriminalitas atau menutup diri (mengisolasi diri) dari masyarakat karena tidak menduduki posisi yang harmonis dalam masyarakat. Faktor penyebab kenakalan remaja yakni : Faktor pribadi dan faktor lingkungan.

B. SARAN
Pendekatan dan pemecahannya dari pendidikan merupakan salah satu jalan yang paling strategis untuk mengatasi delikuensi pada remaja karena sebagian besar remaja yang bersekolah dengan para pendidik mempunyai paling banyak kesempatan berkomunikasi dan bergaul. Metode untuk mengatasi delikuensi pada remaja yaitu mengatasi masalah-masalah yang dapat mengakibatkan delikuensi pada remaja, contohnya perkembangan fisik dan psikomotorik, perkembangan bahasa dan perilaku kognitif, perkembangan perilaku sosial, moralitas, dan keagamaan, perkembangan perilaku afektif, konatif dan kepribadian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar